Kamis, 05 November 2015

Makalah Konsep Penilaian Investasi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan dimasa mendatang. Umumnya investasi dibedakan menjadi dua, yaitu; investasi pada asset-aset riil dan investasi pada asset-aset finansial.Investasi pada aset-aset riil dapat berbentuk pembelian asset produktif, pendirian pabrik, pembukaan pertambangan, pembukaan perkebunan dan lainnya.
Dengan berinvestasi maka dana yang terdapat dalam kas perusahaan tidak menganggur. Investasi dapat dimaksudkan sebagai akumulasi dari suatu bentuk aktiva untuk memperoleh manfaat dimasa yang akan datang.
     Dengan adanya investasi maka perusahaan mengharapkan beberapa keuntungan yakni terjaminnya manajemen kas, terciptanya hubungan yang erat dan memperkuat posisi keuangan suatu perusahaan. Investasi merupakan unsur yang sangat penting dalam perusahaan.  Aktivitas  investasi yang dilakukan oleh perusahaan akan dijadikan sebagai dasar penilaian manajemen kas perusahaan.
     Penilaian kinerja perusahaan ini sebagian atau seluruhnya dapat dinilai dari penggunaan kas untuk investasi. Bagi perusahaan investasi adalah cara untuk menempatkan kelebihan dana sedangkan untuk perusahaan lainnya investasi merupakan sarana untuk mempererat hubungan bisnis atau memperoleh suatu keuntungan perdagangan. Apapun motivasi perusahaan dalam melakukan investasi, investasi tetap merupakan sarana dalam menentukan posisi keuangan perusahaan.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengertian investasi?
2.      Apa saja jenis-jenis investasi?
3.      Bagaimana metode penilaian investasi?
4.      Apa kelemahan dan kelebihan masing-masing metode penilaian investasi?

1.3  Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui pengertian investasi
2.      Mengetahui tentang jenis-jenis investasi
3.      Mengetahui metode penilaian
4.      Mengetahui kelebihan dan kelemahan dari masing-masing metode

1.4  Manfaat
Dari pembahasan ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi mengenai metode yang akan digunkan untuk penilaian investasi suatu perusahaan. Pembaca akan mendapatkan pengetahuan tentang manfaat, kegunaan, dan metode penilaian investasi yang digunakan dalam menilai investasi suatu perusahaan. Serta dapat mengetahui tentang penerapan penilaian investasi serta penyelesaiannya dalam bentuk kasus dari suatu perusahaan.

















BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian investasi
Investasi merupakan suatu tindakan melepas dana saat sekarang dengan harapan untuk dapat menghasilkan arus dana masa datang dengan jumlah yang lebih besar dari dana yang dilepaskan pada saat investasi awal (initial investment).
Ditinjau dari ruang lingkup usaha, investasi dibagi 2, yaitu:
  Investasi pada aktiva nyata (real assets atau rel investment), misalnya untuk pendirian pabrik-pabrik, pendirian hotel/restoran, perkebunan, dan lain-lain.
  Investasi pada aktiva keuangan (financial assets atau financial investment), seperti pembelian surat-surat berharga, baik berupa saham maupun obligasi.
Ditinjau dari segi kepastian memperoleh keuntungan ada 2, yaitu:
  Investasi bebas resiko (free risk investment). Yaitu investasi yang akan memperoleh keuntungan secara pasti, seperti pembelian obligasi (investment in bond), hal ini akan memberikan jasa bunga yang pasti kepada pemiliknya tanpa memperhatikan apakah perusahaan yang mengeluarkan obligasi itu mampu memperoleh keuntungan atau tidak.
  Investasi berisiko (risk investment). Yaitu investasi yang ditunjukan bagi pembeli saham biasa (investment in real assets), hal ini investasi dibidang aktiva nyata mempunyai EBIT (earning before interest and taxes) anggaran bisa berfluktuasi, artinya bisa untung bisa rugi

2.2    Metode Penilaian Investasi
1.      Net Present Value (NPV)
NPV adalah kriteria terpenting dalam evaluasi sebuah investasi merupakan tujuan manajemen keuangan semua perusahaan untuk meningkatkan atau menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham. NPV adalah selisih jumlah kas yang dihasilkan sebuah proyek investasi dan nilai investasi yang diperlukan atau selisih PV dari sebuah proyek dan investasi awal. Dalam metode ini, pertama-tama yang dihitung adalah nilai sekarang (present value) dari keseluruhan proceeds yang diharapkan atas discount rate tertentu. Kemudian jumlah present value dari keseluruhan selama usianya dikurangi dengan present value dari jumlah investasinya  (initial investment). Selisih antara Present Value dari keseluruhan dengan Present Value dari pengeluaran modal (Capital outlays) dinamakan nilai neto sekarang ( Net Present Value).
Rumus yang digunakan :
Dimana: CFt   = Aliran Kas Pertahun pada periode t
                     = investasi awal pada tahun 0
              K       = suku bunga (discount Rate)

Misal jika suku bunga diasumsikan sama tiap tahunnya sebesar 12% dan arus kas masuk bersih pun sama yaitu sebesar Rp. 5.700.000,- serta nilai invvestasi awal sebesar Rp.18.000.000,- maka dengan perhitungan sederhana nilai NPV didapat sebesar Rp. 2.547.110,49-.
NVP =  +  +  +  +  - 18.000.000,-
    =  +  +  +  +  - 18.000.000,-
= 5.089.285,71 + 4.544.005,10 + 4.056.939,50 + 3.622.497,61 + 3.234.409,57- 18.000.000,-
= 20.547.110,49 – 18.000.000,-
= 2.547.110,49
Kesulitan penggunan NVP adalah investor atau manajer keuangan harus medapat tingkat diskonto yang representatif untuk setiap proyek investsi. Untuk investor perusahaan, tingkat diskonto ini adalah rata-rata tertimbang dari biaya dana atau rata-rata tertimbang dari struktur modal perusahaan itu. Untuk investor individu, tingkat diskonto yang relevan adalah biaya bunga pinjaman atau biaya modal sendiri.
Adapun Kelebihan dari NPV, sebagai berikut:
Ø  Memperhatikan nilai waktu dari pada uang (time value of money)
Ø  Mengutamakan aliran kas yang lebih awal
Ø  Tidak mengabaikan aliran kas selama periode proyek atau investasi

Kelemahan dari NPV, sebagai berikut :
Ø  Memerlukan perhitungan Cost Of  Capital sebagai Discount Rate
Ø  Lebih sulit penerapannya dari pada Pay Back Period

2.        Internal Rate of Return (IRR)
Internal  Rate of  Return (IRR) adalah metode peerhitungan investasi dengan menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa datang. Pada dasarnya IRR harus dicari dengan cara “trial dan error”. Yaitu dengan cara coba-coba. Pertama-tama jika menghitung Present Value dari proceeds suatu investasi dengan menggunakan tingkat bunga yang dipilih. Kemudian hasil perhitungan itu dibandingkan dengan jumlah Present Value dari outlet-nya.
Rumus:
Keterangan : A = arus kas
                     I0 = investasi awal
Contoh:
Hitunglah IRR dari sebuah investasi yang dapat memberikan arus kas bersih Rp5.000.000 secara terus-menerus jika investasi awal yang diperlukan Rp400.000.000
Jawab:
= 1,25 % per bulan
= 15 % p.a
Perhitungannya dapat menggunakan Rumus :
Dimana            :           t           = tahun ke
                                    n          = jumlah tahun
                                             = nilai investasi
                                    CF       = arus kas bersih
                                    IRR     = tingkat bunga yang dicari harganya
Adapun Kelebihan dari IRR, sebagai berikut:
Ø  Tidak mengakibatkan aliran kas selama periode proyek
Ø  Memperhitungkan nilai waktu dari pada uang
Ø  Mengutamakan aliran kas awal dari pada aliran kas belakangan

Kelemahan dari PP, sebagai berikut :
Ø  Memerlukan perhitungan COC (Cost Of Capital) sebagai batas minimal dari nilai yang mungkin dicapai.
3.        Payback Period (PP)
Payback period adalah periode modal kembali atau lamanya waktu yang diperlukan untuk mengembalikan investasi awal atau modal yang sudah dikeluarkan. Metode ini juga sering disebut dengan metode pemulihan investasi yang merupakan metode analisi kelayakan investasi untuk menilai jangka waktu (tahun) pemulihan seluruh modal yang diinvestasikan dalam suatu perusahaan.
Cara untuk mengambil keputusan dengan metode ini ialah dengan membandingkan Payback Period investasi yang diusulkan dengan umur ekonomis aktiva, apabila payback period lebih pendek dari umur ekonomisnya maka rencana investasi dapat diterima, serta sebaliknya.
Rumus yang digunakan :    
Contoh :
Suatu proyek investasi bernilai Rp. 15.000.000,-. Proceed tiap tahunnya adalah sama, yaitu sebesar Rp. 4.000.000,-, maka periode pengembalian investasi tersebut adalah :
Ini berarti proyek investasi sistem informasi akan tertutup dalam waktu 3 tahun 9 bulan.
Bila proceed tiap tahun tidak sama besarnya, maka harus dihitung satu persatu. Misalnya nilai proyek adalah Rp. 15.000.000,- umur ekonomis proyek adalah 4 tahun dan proceed tiap tahunnya adalah :
Proceed tahun 1 sebesar Rp. 5.000.000,-
Proceed tahun 2 sebesar Rp. 4.000.000,-
Proceed tahun 3 sebesar Rp. 4.500.000,-
Proceed tahun 4 sebesar Rp. 6.000.000,-
Maka Payback Period dapat dihitung sebagai berikut :
Nilai Investasi             = Rp.15.000.000,-
Proceed tahun 1          = Rp. 5.000.000,-
Sisa investasi tahun 2  = Rp. 10.000.000,-
Proceed tahun 2          = Rp. 4.000.000,-
Sisa investasi tahun 3  = Rp. 6.000.000,-
Proceed tahun 3          = Rp. 4.500.000,-
Sisa investasi tahun 4  = Rp. 1.500.000,-
Sisa investasi tahun 4 tertutup oleh proceed tahun ke 4, sebagian dari sebesar Rp.6.000.000,- yaitu  Rp.1.500.000,-/Rp.6.000.000,- =1/3 bagian. Jadi payback period investasi ini adalah 3 tahun3 bulan
Adapun Kelebihan dari PP, sebagai berikut:
Ø  Mudah dipahami (metode yang paling sederhana)
Ø  Selaras dengan ketidakpastian arus kas di masa mendatang (makin kecil arus kas yang diperoleh maka semakin lama kembali modalnya)
Ø  Menggunakan arus kas (bukan laba pembukuan).

Kelemahan dari PP, sebagai berikut :
Ø  Mengabaikan nilai waktu uang
Ø  Mengabaikan proceeds setelah PP dicapai
Ø  Mengabaikan nilai sisa
Ø  Untuk mengatasi metode PP beberapa perusahaan memodifikasi dengan pendekatan DPP (Discounted Payback periode ) yaitu lamanya waktu yang diperlukan agar present value dari arus kas bersih proyek dapat menegembalikan investasi awal.
4.        Profitability Index (PI)
Metode ini menghitung perbandingan antara nilai arus kas bersih yang akan datang dengan nilai investasi yang sekarang. Profitability Index harus lebih besar dari 1 baru dikatakan layak. Semakin besar PI, investasi semakin layak. Model ini adalah menghitung nilai tunai arus kas masuk bersih dibagi nilai tunai investasi. Jika nilainya lebih besar dari 1, maka proyek investasi tersebut dianggap layak, dan sebaliknya.

Rumus:
Contoh:
Sebuah proyek investasi membuka kafe baru membutuhkan investasi awal Rp400.000.000 dan mampu menghasilkan arus kas bersih Rp500.00.000 per bulan, berapakah indeks profitabilitasnya ?

IP        = 
= 1,25

Adapun Kelebihan dari metode PI, sebagai berikut :
Ø  Memperhitungkan nilai waktu dari pada uang (time value of money)
Ø  Menentukan terlebih dahulu tingkat bunga yang akan digunakan
Ø  Konsisten dengan tujuan perusahaan, yaitu memaksimalkan kekayaan pemegang saham.

kelemahan dari metode PI, sebagai berikut :
Ø  Dapat memberikan panduan dan pilihan yang salah pada proyek- proyek yang mutually exsclusive yang memiliki unsur ekonomis dan skala yang berbeda.


5.      Accounting Rate Of Return (ARR)
Metode ARR ini mengukur profitabilitas suatu investasi dari segi akuntansi konvensional. Metode ini menggunakan dasar laba akuntansi. Caranya dengan mambagi EAT (Earning After Tax) dengan initial investment, baik total investment maupun average investment. Atau Model ini adalah menghitung rata-rata laba bersih (earning after tax) dari suatu proyek dibagi nilai tunai investasi. Jika hasil lebih besar daripada biaya modal proyek, maka dianggap proyek tersebut layak dan begitupula sebaliknya.
Rumus :
Contoh :
Proyek butuh dana 280.000.000, umur 3 tahun, nilai sisa 40.000.000. Laba setelah pajak 3 tahun berturut-turut. Tahun ke-1  40.000.000, tahun ke-2  50.000.000 dan tahun ke-3  30.000.000
Jawab:
                (40.000.000+ 50.000.000 + 30.000.000 ) : 3
 ARR = ____________________________________   x 100%
                      ( 280.000.000 + 40.000.000 ) / 2                                 
           = 40.000.000/160.000.000
           = 0,25 = 25%

Adapun Kelebihan dari metode ARR, sebagai berikut :
Ø  mudah menghitungnya
Ø   informasi yang diperlukan biasanya tersedia
kelemahan dari metode ARR, sebagai berikut :
Ø  Mengabaikan nilai waktu uang
Ø  Hanya menitikberatkan masalah akuntansi, kurang memperhatikan aliran kas
Ø  pendekatan jangka pendek , angka rata-rata menyesatkan
Ø  Kurang memperhatikan lamanya jangka waktu investasi










               



BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Investasi merupakan suatu tindakan melepas dana saat sekarang dengan harapan untuk dapat menghasilkan arus dana masa datang dengan jumlah yang lebih besar dari dana yang dilepaskan pada saat investasi awal (initial investment).
Beberapa  metode yang dapat dipergunakan untuk menganalisis kelayakan investasi diantaranya:
1.      Net Present Value (NPV)
2.      Internal Rate of Return (IRR)
3.      Payback Period (PP)
4.      Profitability Index (PI)
5.      Accounting Rate Of Return (ARR)


1 komentar:

  1. Merit Casino and Slot Machines - CaCasino.com
    Merit Casino and septcasino Slot Machines. Casino players should know that they have 제왕카지노 earned some decent points in this online casino. Many games have 메리트카지노 not been

    BalasHapus