Kamis, 05 November 2015

Makalah Elastisitas



MATA KULIAH PENGANTAR EKONOMI MIKRO
KELAS B
ELASTISITAS






DISUSUN OLEH.
NIA EKA RAHMAWATI (140810201113)



FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS JEMBER


DAFTAR ISI

DAFTAR ISI                                                                                                                2
KATA PENGANTAR                                                                                                3      
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang                                                                                               4
1.2  Rumusan Masalah                                                                                           4
1.3  Tujuan                                                                                                             4
BAB 2 ISI
          2.1 Macam-macam Elastisitas                                                                               5
          2.2 Fungsi Elastisitas                                                                                            8
          2.3 Kegunaan Elastisitas Bagi Konsumen                                                            8
          2.4 Kegunaan Elastisitas Bagi Produsen                                                              8
          2.5 Cara Menghitung Elastisitas                                                                           9
BAB 3 PENUTUP
          3.1 Kesimpulan                                                                                                     12
DAFTAR PUSTAKA                                                                                                 13








KATA PENGANTAR

       Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Elastisitas ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya.
       Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai macam-macam dan fungsi elastisitas dan cara pengukuran elastisitas. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
       Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang.

Jember,9 Maret 2015


Penyusun









BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah
Salah satu pokok yang paling penting dalam pembahasan ekonomi mikro yakni elastisitas. Karena, dengan kita tau mengenai elastisitas, fungsi dan pengukuran elastisitas, kita dapat mengetahui kelangkaan barang yang akan mengakibatkan naiknya harga. Ada variabel utama yang mempengaruhi elastisitas, yaitu elastisitas harga dari permintaan dan penawaran, elastisitas silang dan elastisitas pendapatan.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa macam-macam dan fungsi elastisitas?
2.      Apa kegunaan elastisitas bagi konsumen dan produsen?
3.      Bagaimana cara menghitung elastisitas?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui macam-macam elastisitas
2. Mengetahui fungsi elastisitas
3. Mengetahui kegunaan elastisitas bagi konsumen dan produsen
4. Mengetahui cara untuk menghitung elastisitas








BAB 2
ISI

2.1. Macam-macam Elastisitas
              Elastisitas terbagi dalam empat macam, yaitu sebagai berikut.
a. Elastisitas Harga Permintaan (price elasticity of demand)
yaitu persentase perubahan jumlah barang yang diminta atau yang ditawarkan, yang disebabkan oleh persentase perubahan harga barang tersebut.
b. Elastisitas silang (cross elasticity)
adalah persentase perubahan jumlah barang x yang diminta, yang disebabkan oleh persentase perubahan harga barang lain (y).
c. Elastisitas pendapatan (income elasticity)
yaitu persentase perubahan permintaan akan suatu barang yang diakibatkan oleh persentase perubahan pendapatan (income) riil konsumen.
d. Elastisitas Penawaran (elasticity of supply)
pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya jumlah barang yang ditawarkan atau tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang ditawarkan terhadap perubahan harga barang.
A.    Elastisitas Harga Permintaan (price elasticity of demand)
Elastisitas permintaan (elasticity of demand) adalah pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya jumlah barang yang diminta atau tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang.
Sedangkan besar kecilnya perubahan tersebut dinyatakan dalam koefisien elastisitas atau angka elastisitas yang disingkat E.

Macam-Macam Elastisitas Permintaan Elastisitas permintaan terdiri atas lima macam.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirmoTFULHERYg1DZbECjokKA3TvpGLjDCEjIXE6_gTHzl6mkzMcs9rHLtdDKXayhWsJsOej1V1FSxXvmpW71Xwfoa0hrAVkTi8n4g1sUWb-4bFKw4XnCKAf-KlmXEbQGm7X4lfPdwCHo4/s1600/D3.jpg









Kurva Elastisitas Permintaan

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5nXPc75K9IqS8B0_YfPYR7LwBImCIWDG_CJJv0u7z4VZTozDfSSdRtsWPoIB7Rrx4ifGtPgfbRCHpZZ_7TZ6HyDIT_ohAk25tHebXX8-uAcRYAu7AOaHLud-uNYaBG19oq-LASO0AWhw/s1600/D4.jpg
B.     Elastisitas silang (cross elasticity)
Elastisitas silang adalah persentase perubahan jumlah barang x yang diminta, yang disebabkan oleh persentase perubahan harga barang lain (y).
C.    Elastisitas pendapatan (income elasticity)
Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumer akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perobahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan.
D.    Elastisitas Penawaran (elasticity of supply)
Elastisitas penawaraan (elasticity of supply) adalah pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya jumlah barang yang ditawarkan atau tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang ditawarkan terhadap perubahan harga barang.




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiVoRwHMEUlNaSdKJjmutzz8Z5rXvSfSGhmSVMZRoYpHQRaGPlg_blhp6e9SRu0TD3_gmXWf7qCiAsvpEXH1DWxpSXkcRshHsaJ8i2FB-KnY1xeEeIufAJdYskInEMHF-6yAgtRYHYlwSw/s1600/D11.jpg

Macam-Macam Elastisitas Penawaran
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMvqMndEnMSUxd0-iGNc5Zgfl1dBLQUl_AXVa4fCVJCOaXX-5JXWAPJDzOeP4-LvtECjp19uX1HNsUBqjuGyWXuRXG80_25-a1IPwMondheVDLtv9o36YELzcWf0IbqzTh7x4QUtYeWPg/s1600/D12.jpg

Kurva Elastisitas Penawaran









2.2. Fungsi Elastisitas
- Sebagai landasan dalam menyusun penjualan suatu perusaahaan jika diketahui sifat responsif permintaan terhadap produksi (penawaran) perusahaan maka perusahaan dapat menentukan apakah untuk menaikkan hasil penjualannya perlu menaikkan produksi atau tidak.
- sebagai alat pemerintah untuk mengetahui dari sifat barang (eksport dan import) dapat disusun suatu kebijakan ekonomi yang akan dilaksanakan.
-Sebagai landasan dalam menyusun penjualan suatu perusaahaan jika diketahui sifat responsif permintaan terhadap produksi (penawaran) perusahaan maka perusahaan dapat menentukan apakah untuk menaikkan hasil penjualannya perlu menaikkan produksi atau tidak.
- sebagai alat pemerintah untuk mengetahui dari sifat barang (eksport dan import) dapat disusun suatu kebijakan ekonomi yang akan dilaksanakan.
2.3. Kegunaan Elastisitas bagi Konsumen
Secara pribadi, konsumen bisa mengukur tingkat kemampuan finansialnya dari elastisitas permintaan yang ia miliki. Bagi seseorang, fluktuasi harga AC tak terlalu bermasalah karena dia memiliki kemampuan finansial yang cukup. Namun, bisa jadi hal tersebut tak berlaku untuk yang lain.  Oleh karena itu, elastisitas permintaan bisa mewakili individu untuk menilai sejauh mana kemampuannya atau daya belinya. Semakin sensitif, maka daya belinya semakin lemah karena itu artinya si konsumen baru akan “melirik” barang tersebut ketika harga sudah murah. Sedangkan, semakin tidak sensitif, maka daya belinya semakin bagus karena konsumen tak terlalu peduli dengan harga.
2.4. Kegunaan Elastisitas bagi Produsen
Bagi produsen, elastisitas permintaan adalah salah satu cara untuk mengukur bagaimana sifat dari barang yang diproduksi.Di daerah panas, kipas angin bukanlah barang mewah. Hal tersebut semakin dibuktikan ketika harga kipas angin berubah, jumlah pemintaan terhadap kipas angin tak terlalu berubah. Sebaliknya, di daerah pegunungan kipas angin bisa jadi adalah barang mewah karena keberadaannya memang tak sepopuler di daerah panas. Sehingga, naik turunnya harga kipas angin di daerah pegunungan, akan membawa pengaruh pada jumlah permintaannya.
Dari kasus sederhana tersebut, produsen bisa mengambil kebijakan untuk memperbanyak menjual kipas angin di daerah panas daripada di daerah dingin. Hal ini berlaku juga bagi hal yang lain - lain.
2.5. Cara Menghitung Elastisitas
A. Elastisitas harga permintaan
Koefisien elastisitas harga permintaan (e) mengukur presentase perubahan komoditi yang diminta per unit karena adanya presentase perubahan harga tertentu dari komoditi itu. Karena hubungan antara harga dan jumlah adalah terbalik, maka koefisien elastisitas harga permintaan bertanda negatif. Oleh karena itu, dalam rangka menghindarkan nilai negatif dalam pembahasan, maka tanda minus sering kali dimasukkan ke dalam rumus e. Adaikan ∆Ôš mewakili perubahan jumlah komoditi yang diminta karena adanya perubahan harga tertentu dari komoditi itu (∆P), kita peroleh
Di mana permintaan disebut elastis jika e
Contoh
Dengan dkedul permintaan pasar dalam tabel dan kurva permintan pasar pad gambar, kita dapat memperoleh e untuk pergeseran dan titik B ke titik D dan dari D ke B, sebagai berikut:
Titik
Px($)
Qx
A
8
0
B
7
1.000
C
6
2.000
D
5
3.000
F
4
4.000
G
3
5.000
H
2
6.000
L
1
7.000
M
0
8.000


Dari B ke D


Dari D ke B

Kita dapat menghindarkan hasil yang berbeda dengan menggunakan rat-rata kedua harga itu [(PB+PD)/2] dan rata-rata kedua jumlah itu [(QB+QD)/2] sebagai ganti salah satu dari PB dan QB atau PD dan QD dalam rumus.

Inilah nilai e yang sama pada titik tengah antara B dan D (yaitu pada titik G)
B. Elastisitas titik dan elastisitas busur
Koefisien elastisitas harga permintaan antara dua titik pada suatu kurva permintaan disebut elstisitas busur. Pada contoh yang pertama kita sudah menemukan elastisitas busur.
Contoh
Kita dapat memperoleh elastistas dari kurva permintaan dalam contoh 1 pada titik C secara geometris sebagai berikut. (untuk memudahkan kita menggunakan contoh gambar yang pertama). Karena kita ingin mengukur elastisitas pada titik C, maka kita hanya mempunyai satu harga dan satu jumlah. Dengan menyatakan masing-masing nilai dalam rumus e menurut pengertian jarak, kita peroleh.
Perhatikan bahwa nilai e ini sama seperti yang diberikan oleh rumus yang telah disesuikan dalam contoh yang pertama.
   C. Elastisitas pendapatan dari permintaan
Koefisien elastisitas pendapatan dari permintaan (eM) mengukur presentase perubahan jumlah komoditi yang dieli per unit waktu (∆Q/Q) akibat adanya presentase perubahan tertentu dalam pendapatan konsumen(∆M/M). Jadi,

D.   
Elastisitas silang dari permintaanApabila
 negatif, barng tersebut adalah barang bermutu rendah (inferior). Bila  positif, barang tersebut adalah barang normal. Barang normal biasanya menjadi barang mewah bila , kalau tidak demikian maka barang tersebt adalah barang kebutuhan pokok. Oleh karena itu  untuk suatu barang mungkin bervariasi bergantung pada tingkat pendapatan konsumen.
Koefisien elastisitas silang dari permintaan komoditi X terhadap komoditi Y(exy) mengukur presentase perubahn jumlah X yang dibeli per unit waktu (∆Qx/QX) akibat adanya presentase perubhan tertentu dalam harga Y (∆Py / Py). Jadi,
Jika X dan Y adalah barang subtitusi,  adalah positif. Di pihak lain, jika X dan Y adalah barang komplemen,  adalah negtif. Bila komoditi-komoditi itu tidak berhubungan (yaitu, bila komoditi-komoditi itu independen satu sama lain),
E.     Elastisitas harga dari penawaran
Koefisien elastisitas harga dari penawaran (es ) mengukur presentase perubahan jumlah komoditi yang ditawarkan per unit waktu  akibat adanya presentase perubahan tertentu dalam harga komoditi itu (). Jadi ,
Bila kurva penawaran mempunyai kemiringan positif (kasus yang biasa), maka harga dan jumlah bergerak dengan arah yang sama dan  . oleh sebab itu kurva penawaran disebut elastis apabila , inelastis bila  dan elastis uniter bila















BAB 3
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Elastisitas terbagi menjai empat macam, yaitu elastisitas harga permintaan, elastisitas silang, elstisitas pendapatan dan elastisitas penawaran. Elastisitas mempunyai banyak fungsi kepada pemerintah, konsumen dan juga kepada produsen. Bagi mereka mengetahui fungsi dan cara pengukuran elastisitas sangat lah penting, karena bagi produsen mengetahui cara pengukuran elastisitas untuk mengetahui sifat dari barang yang akan di produksi. Pengukuran elastisitas pun bermacam-macam, salah satunya adalah dengan elastisitas titik dan elastisitas busur.

























DAFTAR PUSTAKA

Salvatore,Ph.D.,Dominick.2007.Mikroekonomi edisi keempat.Erlangga:Jakarta.
(9 Maret 2015)
(9 Maret 2015)
(9 Maret 2015)
(9 Maret 2015)


1 komentar: