![]() |
MATA
KULIAH PENGANTAR EKONOMI MIKRO
KELAS
B
ELASTISITAS
DISUSUN
OLEH.
NIA
EKA RAHMAWATI (140810201113)
FAKULTAS
EKONOMI
JURUSAN
MANAJEMEN
UNIVERSITAS
JEMBER
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI 2
KATA
PENGANTAR 3
BAB
1 PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang 4
1.2 Rumusan
Masalah 4
1.3 Tujuan 4
BAB
2 ISI
2.1 Macam-macam Elastisitas 5
2.2 Fungsi Elastisitas 8
2.3 Kegunaan Elastisitas Bagi Konsumen 8
2.4 Kegunaan Elastisitas Bagi Produsen 8
2.5 Cara Menghitung Elastisitas 9
BAB
3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan 12
DAFTAR
PUSTAKA 13
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan
hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Elastisitas ini dengan
baik meskipun banyak kekurangan didalamnya.
Kami sangat berharap
makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita
mengenai macam-macam dan fungsi elastisitas dan cara pengukuran elastisitas.
Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan
dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran
dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang.
Jember,9 Maret 2015
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Salah
satu pokok yang paling penting dalam pembahasan ekonomi mikro yakni
elastisitas. Karena, dengan kita tau mengenai elastisitas, fungsi dan
pengukuran elastisitas, kita dapat mengetahui kelangkaan barang yang akan
mengakibatkan naiknya harga. Ada variabel utama yang mempengaruhi elastisitas,
yaitu elastisitas harga dari permintaan dan penawaran, elastisitas silang dan
elastisitas pendapatan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa
macam-macam dan fungsi elastisitas?
2. Apa
kegunaan elastisitas bagi konsumen dan produsen?
3. Bagaimana
cara menghitung elastisitas?
1.3 Tujuan
1.
Mengetahui macam-macam elastisitas
2.
Mengetahui fungsi elastisitas
3.
Mengetahui kegunaan elastisitas bagi konsumen dan produsen
4.
Mengetahui cara untuk menghitung elastisitas
BAB
2
ISI
2.1.
Macam-macam Elastisitas
Elastisitas terbagi dalam empat macam,
yaitu sebagai berikut.
a. Elastisitas Harga Permintaan (price elasticity of demand)
yaitu persentase perubahan jumlah barang yang diminta atau yang ditawarkan,
yang disebabkan oleh persentase perubahan harga barang tersebut.
b. Elastisitas silang (cross elasticity)
adalah persentase perubahan jumlah barang x yang diminta, yang disebabkan
oleh persentase perubahan harga barang lain (y).
c. Elastisitas pendapatan (income elasticity)
yaitu persentase perubahan permintaan akan suatu barang yang diakibatkan
oleh persentase perubahan pendapatan (income) riil konsumen.
d. Elastisitas Penawaran (elasticity of supply)
pengaruh perubahan harga terhadap besar kecilnya
jumlah barang yang ditawarkan atau tingkat kepekaan perubahan jumlah barang
yang ditawarkan terhadap perubahan harga barang.
A. Elastisitas Harga Permintaan (price elasticity of
demand)
Elastisitas
permintaan (elasticity of demand) adalah pengaruh perubahan harga terhadap
besar kecilnya jumlah barang yang diminta atau tingkat kepekaan perubahan
jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang.
Sedangkan
besar kecilnya perubahan tersebut dinyatakan dalam koefisien elastisitas atau
angka elastisitas yang disingkat E.
Macam-Macam Elastisitas Permintaan Elastisitas
permintaan terdiri atas lima macam.

Kurva Elastisitas Permintaan

B. Elastisitas silang (cross elasticity)
Elastisitas silang adalah persentase
perubahan jumlah barang x yang diminta, yang disebabkan oleh persentase
perubahan harga barang lain (y).
C. Elastisitas pendapatan (income elasticity)
Suatu perubahan
(peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumer akan berpengaruh terhadap
permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perobahan tersebut diukur dengan
apa yang disebut elastisitas pendapatan.
D. Elastisitas Penawaran (elasticity of supply)
Elastisitas
penawaraan (elasticity of supply) adalah pengaruh perubahan harga terhadap
besar kecilnya jumlah barang yang ditawarkan atau tingkat kepekaan perubahan
jumlah barang yang ditawarkan terhadap perubahan harga barang.
![]() |
Macam-Macam Elastisitas Penawaran
![]() |
Kurva Elastisitas Penawaran
2.2.
Fungsi Elastisitas
- Sebagai
landasan dalam menyusun penjualan
suatu perusaahaan jika diketahui sifat responsif permintaan terhadap produksi
(penawaran) perusahaan maka perusahaan dapat menentukan apakah untuk menaikkan
hasil penjualannya perlu menaikkan produksi atau tidak.
- sebagai
alat pemerintah untuk mengetahui dari sifat barang (eksport dan import) dapat
disusun suatu kebijakan ekonomi yang akan dilaksanakan.
-Sebagai
landasan dalam menyusun penjualan suatu perusaahaan jika diketahui sifat
responsif permintaan terhadap produksi (penawaran) perusahaan maka perusahaan
dapat menentukan apakah untuk menaikkan hasil penjualannya perlu menaikkan
produksi atau tidak.
- sebagai
alat pemerintah untuk mengetahui dari sifat barang (eksport dan import) dapat
disusun suatu kebijakan ekonomi yang akan dilaksanakan.
2.3.
Kegunaan Elastisitas bagi Konsumen
Secara
pribadi, konsumen bisa mengukur tingkat kemampuan finansialnya dari elastisitas
permintaan yang ia miliki. Bagi seseorang, fluktuasi harga AC tak terlalu bermasalah
karena dia memiliki kemampuan finansial yang cukup. Namun, bisa jadi hal
tersebut tak berlaku untuk yang lain. Oleh karena itu, elastisitas
permintaan bisa mewakili individu untuk menilai sejauh mana kemampuannya atau
daya belinya. Semakin sensitif, maka daya belinya semakin lemah karena itu
artinya si konsumen baru akan “melirik” barang tersebut ketika harga sudah
murah. Sedangkan, semakin tidak sensitif, maka daya belinya semakin bagus
karena konsumen tak terlalu peduli dengan harga.
2.4.
Kegunaan Elastisitas bagi Produsen
Bagi produsen, elastisitas permintaan adalah salah satu
cara untuk mengukur bagaimana sifat dari barang yang diproduksi.Di daerah
panas, kipas angin bukanlah barang mewah. Hal tersebut semakin dibuktikan
ketika harga kipas angin berubah, jumlah pemintaan terhadap kipas angin tak
terlalu berubah. Sebaliknya, di daerah pegunungan kipas angin bisa jadi adalah
barang mewah karena keberadaannya memang tak sepopuler di daerah panas.
Sehingga, naik turunnya harga kipas angin di daerah pegunungan, akan membawa
pengaruh pada jumlah permintaannya.
Dari kasus sederhana tersebut, produsen bisa mengambil kebijakan untuk
memperbanyak menjual kipas angin di daerah panas daripada di daerah dingin. Hal
ini berlaku juga bagi hal yang lain - lain.
2.5.
Cara Menghitung Elastisitas
A.
Elastisitas harga permintaan
Koefisien
elastisitas harga permintaan (e)
mengukur presentase perubahan komoditi yang diminta per unit karena adanya
presentase perubahan harga tertentu dari komoditi itu. Karena hubungan antara
harga dan jumlah adalah terbalik, maka koefisien elastisitas harga permintaan
bertanda negatif. Oleh karena itu, dalam rangka menghindarkan nilai negatif
dalam pembahasan, maka tanda minus sering kali dimasukkan ke dalam rumus e. Adaikan ∆Ôš mewakili perubahan jumlah
komoditi yang diminta karena adanya perubahan harga tertentu dari komoditi itu
(∆P), kita peroleh
Di mana permintaan disebut elastis jika e
Contoh
Dengan dkedul permintaan pasar dalam tabel dan kurva permintan pasar pad
gambar, kita dapat memperoleh e untuk
pergeseran dan titik B ke titik D dan dari D ke B, sebagai berikut:|
Titik
|
Px($)
|
Qx
|
|
A
|
8
|
0
|
|
|
|
1.000
|
|
|
|
2.000
|
|
D
|
5
|
3.000
|
|
F
|
4
|
4.000
|
|
G
|
3
|
5.000
|
|
H
|
2
|
6.000
|
|
L
|
1
|
7.000
|
|
M
|
0
|
8.000
|
Dari
B ke D
Dari D ke B
Kita dapat
menghindarkan hasil yang berbeda dengan menggunakan rat-rata kedua harga itu [(PB+PD)/2]
dan rata-rata kedua jumlah itu [(QB+QD)/2] sebagai
ganti salah satu dari PB dan
QB atau PD dan QD dalam rumus.
Inilah nilai e
yang sama pada titik tengah antara B dan D (yaitu pada titik G)
B.
Elastisitas titik dan elastisitas busur
Koefisien elastisitas harga permintaan antara dua
titik pada suatu kurva permintaan disebut elstisitas
busur. Pada contoh yang pertama kita sudah menemukan elastisitas busur.
Contoh
Kita dapat memperoleh elastistas dari kurva
permintaan dalam contoh 1 pada titik C secara geometris sebagai berikut. (untuk
memudahkan kita menggunakan contoh gambar yang pertama). Karena kita ingin
mengukur elastisitas pada titik C, maka kita hanya mempunyai satu harga dan
satu jumlah. Dengan menyatakan masing-masing nilai dalam rumus e menurut pengertian jarak, kita
peroleh.
Perhatikan
bahwa nilai e ini sama seperti yang
diberikan oleh rumus yang telah disesuikan dalam contoh yang pertama.
C. Elastisitas pendapatan dari permintaan
Koefisien
elastisitas pendapatan dari permintaan (eM)
mengukur presentase perubahan jumlah komoditi yang dieli per unit waktu (∆Q/Q) akibat adanya presentase
perubahan tertentu dalam pendapatan konsumen(∆M/M). Jadi,
D. Elastisitas silang dari permintaanApabila negatif, barng tersebut adalah barang bermutu rendah (inferior). Bila
Koefisien elastisitas silang dari permintaan komoditi
X terhadap komoditi Y(exy)
mengukur presentase perubahn jumlah X yang dibeli per unit waktu (∆Qx/QX) akibat
adanya presentase perubhan tertentu dalam harga Y (∆Py / Py). Jadi,
Jika X dan Y
adalah barang subtitusi,
adalah positif. Di pihak lain, jika X dan Y
adalah barang komplemen,
adalah negtif. Bila komoditi-komoditi itu
tidak berhubungan (yaitu, bila komoditi-komoditi itu independen satu sama
lain), 
E. Elastisitas
harga dari penawaran
Koefisien elastisitas
harga dari penawaran (es ) mengukur presentase perubahan jumlah
komoditi yang ditawarkan per unit waktu
akibat adanya presentase
perubahan tertentu dalam harga komoditi itu (
). Jadi ,
Bila kurva
penawaran mempunyai kemiringan positif (kasus yang biasa), maka harga dan
jumlah bergerak dengan arah yang sama dan
. oleh sebab itu kurva penawaran disebut
elastis apabila
, inelastis bila
dan elastis uniter bila 
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Elastisitas terbagi menjai empat macam, yaitu
elastisitas harga permintaan, elastisitas silang, elstisitas pendapatan dan
elastisitas penawaran. Elastisitas mempunyai banyak fungsi kepada pemerintah,
konsumen dan juga kepada produsen. Bagi mereka mengetahui fungsi dan cara
pengukuran elastisitas sangat lah penting, karena bagi produsen mengetahui cara
pengukuran elastisitas untuk mengetahui sifat dari barang yang akan di
produksi. Pengukuran elastisitas pun bermacam-macam, salah satunya adalah
dengan elastisitas titik dan elastisitas busur.
DAFTAR PUSTAKA
Salvatore,Ph.D.,Dominick.2007.Mikroekonomi edisi keempat.Erlangga:Jakarta.
(9 Maret 2015)
(9 Maret 2015)
(9 Maret 2015)
(9 Maret 2015)


